Minggu, 15 Februari 2009

Naskah Kabaret kaman


NASKAH KABARET BERJUDUL “ PENGORBANAN”

SDN II MANISKIDL

Karya Kaman, S. Pd

ADEGAN I

(Lagu pengiring Butterfly dengan penari berpakaian kupu-kupu) Indah dan Ibunya tampil edalam tarian. Indah menghibur ibunya yang sedang sedih. Ibunya sedih melihat Indah yang ceria dan riang, karena dalam hatinya berkata

“Anakku sunggguh malang nasibmu karena tak dapat bicara” kemudian ibu itu memeluk erat anaknya dengan penuh kasih saying.

Indah menyusut air mata ibunya sambil ia menitikan air mata. (Lagu selesai)

Indah : (Bu jangan menangis). Diperagakan oleh indah karena tidak dapat bicara, tapi ibunya paham apa yang dikatakan anaknya.

Ibu : “Ibu sedang bahagia karena ibu memiliki anak yang soleh seperti kamu Indah”

Indah : (Apakah ibu tidak malu punya anak seperti Indah yang gagu dan bodoh). Diperagakan oleh indah.

Ibu : “Tidak nak, ibu tidak pernah malu, malah ibu sayang. Indah harus sabar menghadapi semua ini, mungkin ini adalh yang terbaik Allah berikan kepada kita”.

Indah : Indah mengangguk tanda sedih.

Ibu : “Sudahlah nak, ibu sekarang akan pergi berdagang, kita kan harus makan. Betul kan sayang?” sambil membangunkan indah dari sandarannya.

(lagu Sebelum cahaya : Letto)

Indah melihat Ibunya yang sudah tua membawa barang dagangannya, dan ketika akan jatuh, dan Indah segera menghampiri memberi bantuan tapi ibunya berkata (taka pa-apa). Di tengah jalan ia berdagang dan banyak sekali orang yang membeli. Dan ditengah-tengah ia terjatuh dan berkata:

Ibu : “Ya allah sebenarnya aku sudah tak mampu untuk menghadapi semua ujianmu ya allah. Tapi….aku tidak boleh menyerah karena semua ini demi masa depan anakku. Aku tidak ingin masa depan anakku suram seperti aku. Aku harus mengumpulkan uang untuk biaya sekolah anakku (sambil memegang uangnya erat-erat. Lagu selesai.

(Ibunya pun datang dengan terlihat sangat lelah sekali, dan indah pun menghamipirinya)

Indah : (Ibu sakit?)

Ibu : “Nak, Ibu sekarang selalu sakit-sakitan, agar kamu dapat sekolah tinggallah bersama bibimu di Tangerang. Kamu adalah anak yang pintar nak” sambil mengelus rambut ibunya.

Indah : (Tidak bu, aku sayang ibu, bu aku akan menggantikan ibu untuk berdagang. Agar kita dapat makan).

Ibu : Tidak nak, kamu belum berkewajiban untuk bekerja, tapi kewajiban kamu adalah mencari ilmu, nak!

Indah : Tidak apa-apa, Bu. Indah pun mengambil barang dagangannya.

(Lagu ; Hanya Ingin kau tahu : Republik)

Tapi lain hal dengan ibunya ia tidak tega dengan anaknya. Dan ia menyender ke tembok sambil berderai air mata. Sedangkan Indah terus berdagang dan satu persatu dagangannya terjual. Tapi ditengah perjalanan ia tertabrak seorang anak-anak.

Beri : Maaf ya! (tapi tidak membereskan barang dagangannya)

Indah : Tidak apa-apa, (ia menangis sambil mengambil barang dagangannya yang jatuh. Ia mengambil uang dari dompetnya) dalam hatinya berkata “ya allah berat sekali pengorbanan ibuku untuk menghidupi aku” sambil melihat uang dan mendekap ke dadanya. Dan ia pun menjerit tapi tak mampu karena tak dapat bicara.

(lagu Ssungguhnya : Ungu)

Monolog Orang tua

Aku sedang berfikir

Berfikir…..dan terus berfikir

Kenapa harus tercipta dunia?

Kenapa harus tercipta manusia?

Kenapa harus ada miskin dan kaya

Kenapa harus ada suka dan duka

Aku berfikir dan terus berfikir

Haruskah aku, dia, dan mereka

Tertindas dan teraniaya oleh zaman

Setaip hari harus memikirkan isi perut

Tanpa tahu itu makanan apa

Aku berfikir, dan terus berfikir

Kenapa aku, dia, dan mereka

Harus merasakan kenyataan ini

Sekolah pun tak mampu

Makan pun tak layak

Tidur pun bertikar bamboo

Semua itu hanya ada satu jawaban yakni takdir

IBu Guru : Kenapa kamu menangis, nak? Sambil mengelus rambutnya.

Indah : (tidak apa-apa, Bu)

Ibu Guru : Banyak sekali uangmu. Pasti uang itu untuk sekolahmu ya?

Indah : TIdak bu, ini untuk ibuku, karena ibuku sakit.

Ibu Guru : Janganlah bersedih nak, kamu harus bersabar, suatu saat allah akan menolongmu. Oh ya nak, bbulan depan akan ada lomba kreasi kesenian anak. Kamu mau ikut.

Indah : (Tapi, aku tak dapat berbicara)

Ibu guru : Itu bukan penghalang, kalau kamu mau ibu akan mengajarimu berbicara sampai dapat bernyanyi.

(Indah mengangguk tanda setuju)

ADEGAN II

( Lagu Biarlah : Nidji)

Seorang laki-laki yang sedang tertidur di bawah pohon dan bermimpi bertemu dengan seorang perempuan bercadar, menurutnya dia sangat cantik dan anggun. Ia mendekati dan terus mendekati, pada suatu saat dia membawa bunga untuknya, dia pun menerima, dan laki-laki itu membuka cadar wanita itu ternyata ia berkumis. Ia pun kaget dan lari terbirit-birit. Iapun terus murung orang tuanya mencarikan jodoh untuknya, tapi ia terus tidak setuju dengan pilihan ortunya. Yang terakhir wanita anggun tak bercadarpun dipilihnya. Pada saat dia tersenyum ternyata giginya hitam putih, laki-laki itu kaget dan patah hati yang kedua kalinya. Ia pun terbangun. Tapi pas terbangun terlihat dua temannya pas di depan mukanya.

Budi : Busyet…..Gorila. (sambil berteriak).

Baron : Gorila….pasti lo abis mimpi dicium gorilla. Ih cuih…..hachim…..cape deh.

Imron : IH…..penyakit komplikasi tuh….minum aza obat komplikasi.

Budi : emang ada obat komplikasi.

Baron : Ho oh. Ada az loe

Imron : cepe deh….

Budi dan Imron : Maksud lo…

Baron : cepe dulu…..maksudnya yah kagak ngarti lo ah…satu informasi satu cepe

Budi dan Imron : Nih….(sambil memberi uangnya)

Baron : sebentar….karena informasinya super penting…. Dinaikan ongkosnya jadi seribu. He….

Budi : Kuda Loe….

Baron : emang gue kuda. Hehehem (merengek kaya kuda) puas lo….

Budi : ya udah nih….

Baron : Lo pengen tahu kan, lihat muka gue baik-baik ya. Lihat… dan lihat…..dan buka telinga lebar-lebar. Obatnya adalah mana gua tahu tempe pun tidak. Makacih ya duitnye…..kabur…..

Budi : Ludes dah uang makan kita……

Imron : Lo aza kali gue enggak…

Budi : Eh ron, katanya bulan depan akan ada kreasi musik lo ikut ga?

Imron : Sumpe lo…

Budi : Ya iyalah pastinya bro.

Lain halnya budi dan imron yang akan ikut lomba. Ibu guru pun mengajari Indah dimulai dari mengucapkan aiueo, sampai indah mamu bicara. Dan ibu guru pun segera mengajarinya bernyanyi. (lagu…………………………..)

ADEGAN III

Semua peserta sudah datang. Dan perlombaan pun dimulai.

Protokol Pi : baiklah ibu…bapak2 tante-tante kita mulai acara lomba ini. Dengan saya “Ijem marijem kasengsem ka kebon asem”.

Protokol Pa : panjang kali nama kau bak kereta api coba dengarkan nama saya “Anu”

Protokol Pi : ha….ha…..anu…ngaran teh mani sauted 2 teuing.

Protokol Pa : hei…jangan malu2 in kita kan lagu membawakan acara.

Protokol Pi : Hah….kita lo aja kali gua kagak.

Protokol Pa : Hadirin jangan dengarkan jangan dengankan si Ijem marijem kasengsem ka kebon Awi.

Protokol Pi : Enak aza kebon awi Asem….asem…

Protokol Pa : Asem…sih asem tapi jangan hujan dong mulut lo.

Protokol : Baiklah juri yang terhormat kita saksikan penampilan pertama yaitu


- Grup Dari CilukBa (Lagu Nidji : Jangan Lupakan, Dilakukan oleh 3 personel)

- Grup Dari Negeri Jiran (Dokter Cinta : Dipergakan Dengan 10 orang personel)

- Indah dari Indonesia (Lagu : Kembang Perawan)


Protokol Pi :Satu demi satu penampilan telah dilaksanakan Mari kita dengarkan Hasilnya siapakah yang akan mendapatkan juara I, II, dan III.

Protokol Pa : Lomba karya seni Musik Award tahun 2009 dimenangkan oleh...........Grup dari negeri jiran sebagai juara ke III, Grup dari Cilukba sebagai Juara Ke II. Dan Juara I Dimenangkan oleh Indah dari Indonesia. (Lagu Pengiring : Are You The Champion).


Anda Ingin menampilkan kabaret ini dalam acara perpisahan atau acara lainnya. tapi tidak mampu cara membuat dan proses latihannya. Hub. Kaman, S. Pd . (085295737040). Ayo bergabung bersama Kaman Karya Sastra, Bulan maret akan ada cerbung (Cerita bersambung), ringkasan karya novel terbaru kaman. Jika ada saran atau komentar layangkan saja ke kotak komentar...ok!



Related Post



1 komentar:

akhwat^alnisa on 8 Februari 2012 pukul 06.31 mengatakan...

saya mohon bantuan untuk mebuat naskah kabaret anak TK yang menampilkan tarian anak TK

Posting Komentar

Followers

 

Karya Anak Bangsa. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com | Blogger Templates